Regar Update :

Selamatkan Sepakbola Indonesia

Jumat, 02 Maret 2012





Tak bisa di pungkiri, bahwa salah satu yang bisa menciptakan suasana yang damai dan menghibur bukan dengan cara politisasi yang sering dilakukan oleh orang-orang tertentu tetapi melalui suatu olahraga khususnya sepakbola. Sepakbola adalah salah satu olahraga yang paling terkenal di dunia karena mempertontonkan aksi yang menarik dan atraktif yang dapat membuat semua yang menontonnya kagum. Perpaduan antara aksi dan seni sepakbola yang diperagakan seakan memberi kesan bahwa sepakbola itu memiliki arti yang sangat unik dalam hidup karena disamping menghibur juga dapat sebagi pemersatu bangsa.keindahan yang ada dalam sepakbola seakan hilang sedikit- demi sedikit akibat adanya campur tangan dari intuisi-intuisi politik. hal inilah yang menjadi masalah utama di persepakbolaan Indonesia.

Keinginan seluruh pecinta sepakbola Indonesia untuk melihat negara Indoensia tampil di ajang piala dunia sulit terwujud. Rasa lapar akan gelar akan terus berlangsung jika struktur dasarnya belum dirubah. Melihat hal ini seharusnya kita malu akan kejadian ini. Akibat orang-orang tertentu yang haus akan kekuasaan dan uang, mereka rela merampas hak masyarakat Indonesia untuk bisa menikmati sepakbola yang indah dan atraktif. Cita-cita bangsa yang ingin bersaing di level dunia sedikit demi sedikit mulai menipis, bahkan seharusnya kita sebagai salah satu negara terbesar di dunia harus bisa menguasai Asia Tengggara dalam bidang sepakbola, namun kenyataannya tidak. Negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura yang dulu levelnya dibawah Indonesia, kini mereka sudah memacu bahkan melewati Indonesia. Hal ini nampak jelas bahwa berdasarkan peringkat sepakbola yang dirilis oleh FIFA, posisi Indonesia sangat jauh dibawah Vietnam dan Thailand.

Padahal, jika dilihat dari besarnya penduduk Indonesia seharusnya kita bisa mendapatkan pemain-pemain yang luar biasa karena kita memiliki talenta-talenta yang luar biasa yang belum tercium oleh pengamat sepakbola Indonesia khususnya yang tinggal didaerah pedesaan. Jika hal ini bisa diwujudkan, bukan tidak mungkin sepakbola Indenesia akan dihormati dan dapat bersaing dilevel dunia. Seharusnya jika ingin maju kita harus mencontoh negara-negara sepakbola seperti Brazil, Inggris, Jerman, Belanda, Spanyol dan Portugal seharusnya kiat bisa seperti mereka. Mengapa mereka bisa? karena mereka memiliki perencanaan yang terstruktur untuk pengembangan bakat pemainnya. Hal itu mereka dapatkan karena adanya kesatuan dengan pemerintah, sehingga mereka dapat menggalangkan beasiswa bagi yang tidak mampu khususnya untuk hal Sepakbola. Memang hal ini sudah dilakukan di Indonesia, namun pelaksanaannya belum merata diseluruh daerah di Indonesia. Salah satu faktornya adalah akibat sedikitnya anggaran yang dikeluarkan Pemerintah untuk sepakbola. Sementara para anggota DPR dengan anggaran yang besar mereka dapat menikmati fasilitas yang mewah dan megah. Andai saja merak memiliki hati nurani seharusnya mereka sadr akan apa yang dilakukannya. Tetapi itulah manusia, jika sudah dilingkupi oleh uang semuanya buta dengan kebaikan.


Namun secara garis besar, masalah kekalahan TIMNAS Indonesia bukan salah pemainnya, sebab mereka sudah mengeluarkan seluruh kemampuan mereka pada saat bertanding. Yang patut kita salahkan adalah Ketua PSSI yang terpilih. Di zaman pak Nurdin Halid yang kenyataannya tidak mampu memajukan persepakbolaan Indonesia akibat prestasi TIMNAS Indonesia yang semakin merosot. Kemudian Pak Nurdin Halid yang bermain politik saat TIMNAS Indonesia dikalahkan oleh Malaysia aggregat 2-4 di Final Piala AFF 2010 semakin mengurangi kepercayaan rakyat kepada Nurdin Halid. Akibatnya masyarakat dan seluruh pemimpin-pemimpin daerah bersatu untuk menjatuhkan posisi Nurdin Halid dengan membentuk Kongres Luar Biasa. Setelah Nurdin Halid berhasil dilengserkan, kemudian dilakukan pemilihan baru Ketua Umum PSSI yang dimenangkan oleh Djohar Arifin Husein. Semua pecinta sepakbola Indonesia menaruh harapan yang besar kepadanya untuk membawa kemajuan persepakbolaan Indonesia. Namun, setelah beberapa bulan menjalankan tugas hasilnya sangat mengecewakan. hal tersebut terlihat dari pecahnya kompetisi sepakbola di Indonesia yaitu antara ISL dan IPL. Bahwa PSSI dan FIFA hanya mengakui IPL sebagai kompetisi resmi Indonesia, sehingga pemain TIMNAS Indonesia yang berlaga di ISL tidak bisa lagi masuk TIMNAS Indonesia. Hal tersebut mendapatkan kecaman dari seluruh pecinta sepakbola di Indonesia.

 Kenyataannya janji hanya usapan jempol belaka, semua janji akan berlalu dengan adanya kekuasaan. Hal tersebutlah yang cocok dilayangkan untuk Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein. Sehingga  masyarakat Indonesia merespon dengan membentuk Kongres Luar Biasa untuk melengserkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein. Apakah hal ini akan dapat menyelesaikan masalah? senagian percaya dan sebagian lagi tidak percaya sebab hal ini sudah pernah terulang dan hasilnya nol besar. Intinya adalah selama belum ada pemimpin yang memiliki visi dan misi yang bagus dan rasa nasionalisme yang tinggi, persepakbolaan Indonesia akan terus jalan ditempat. Karena itu kita membutuhkan Pemimpin yang memiliki visi dan misi yang bagus dan memiliki tujuan untuk memajukan persepakbolaan Indonesia. Dengan adanya kesatuan dengan Pemerintah serta doa dari seruluh masyarakat Indonesia, Insya Allah sepakbola kita akan maju.
        Selamatkan sepakbola Indonesia dari tangan-tangan pemberontak dan kibarkan merah putih sampai keujung dunia. Garuda DiDadaku....^_^


Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Copyright GENIUS SIREGAR (Alumni PTKI Medan'10) 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.